.
Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hepatitis. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Penyakit Hepatitis C, Gejala dan Pengobatannya

Penyakit Hepatitis C - Salah satu jenis pentakit hepatitis adalah penyakit hepatitis C. Hepatitis C adalah penyakit yang menyerang organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C seringkali tidak memberikan gejala, namun infeksi kronis dapat menyebabkan parut (eskar) pada hati, dan setelah menahun menyebabkan sirosis. Dalam beberapa kasus, orang yang mengalami sirosis juga mengalami gagal hati, kanker hati, atau pembuluh yang sangat membengkak di esofagus dan lambung, yang dapat mengakibatkan perdarahan hingga kematian.

Apa Gejala Penyakit Hepatitis C?
Gejala yang sering terjadi pada penderita Hepatitis C adalah:
  1. Lelah
  2. Tidak selera makan
  3. Sakit perut
  4. Urin menjadi gelap
  5. Kulit atau mata menjadi kuning (disebut "jaundice") jarang terjadi

Hepatitis C menunjukkan gejala akut hanya pada 15% kasus. Gejalanya seringkali ringan dan tidak kentara, termasuk penurunan nafsu makan, sakit kepala, letih, nyeri otot atau nyeri sendi, dan menurunnya berat badan.Hanya sedikit kasus infeksi akut yang terkait dengan ikterus. Infeksi ini dapat sembuh sendiri tanpa diobati pada 10-50% penderita, dan lebih sering menyerang perempuan usia muda dibandingkan dengan kelompok lain.

Dalam beberapa kasus, Hepatitis C dapat menyebabkan peningkatan enzim tertentu pada hati, yang dapat dideteksi pada tes darah rutin. Walaupun demikian, beberapa penderita Hepatitis C kronis mengalami kadar enzim hati fluktuasi ataupun normal. Meskipun demikian, sangat perlu untuk melakukan tes jika anda pikir anda memiliki resiko terjangkit Hepatitis C atau jika anda pernah berhubungan dengan orang atau benda yang terkontaminasi. Satu-satunya jalan untuk mengidentifikasi penyakit ini adalah dengan tes darah.

Bagaimana Penularan Hepatitis C?
Penularan hepatitis C dapat terjadi karena:
  1. Kontak langsung dengan penderita atau produknya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi. Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). 
  2. Hubungan Seksual. Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya.
  3. Penularan dari ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya. Penularan Hepatitis C jarang terjadi dari ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga lainnya. Walaupun demikian, jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C.
  4. Tindik atau tato di bagian tubuh. Tato juga dapat meningkatkan risiko penularan hepatitis C hingga dua atau tiga kali lipat. Ini bisa disebabkan karena peralatan yang tidak steril atau karena tinta yang digunakan terkontaminasi virus.Tato atau tindik badan yang dilakukan sebelum pertengahan tahun 1980an atau yang dilakukan secara tidak profesional menjadi salah satu penyebabnya, karena masih buruknya teknik steril dalam kondisi tersebut. Risiko tersebut semakin meningkat jika tato yang dibuat lebih besar. Hampir setengah dari warga binaan di lapas menggunakan peralatan pembuatan tato secara bersama-sama. Tato yang dibuat di tempat pembuatan tato yang sah jarang dikaitkan dengan infeksi HCV.
  5. Transfusi darah, produk darah, dan transplantasi organ tanpa penapisan HCV menimbulkan risiko yang tinggi terkena infeksi. Amerika Serikat mewajibkan penapisan universal pada 1992. Sejak saat itu angka infeksi penyakit hepatitis C menurun dari sebelumnya satu dari 200 unit darah, menjadi hanya satu dari 10.000, hingga satu dari 10.000.000 unit darah.
  6. Peralatan rumah sakit juga dapat menularkan hepatitis C termasuk: penggunaan ulang jarum suntik dan spuit, vial obat yang digunakan berkali-kali, kantong infus, dan peralatan bedah yang tidak steril. Standar yang buruk di fasilitas pelayanan kesehatan umum dan gigi menjadi penyebab utama penularan HCV di Mesir, negara dengan angka infeksi tertinggi di dunia.

Bagaimana Pengobatan Penyakit Hepatitis C?
Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Hepatitis C kronis dapat diobati dengan Pegylated Interferon dan Ribavirin. Pengobatan saat ini menggunakan kombinasi interferon pegilasi dan obat antivirus ribavirin selama 24 atau 48 minggu, bergantung pada tipe HCV. Hasilnya lebih baik pada 50–60% pasien yang diobati.

Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.
  • Interferon alfa
Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.
  • Pegylated interferon alfa
Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut "polyethylene glycol (PEG)" dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.
  • Ribavirin
Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.

Anda mencari Obat Alami untuk Hepatitis?
Gunakan Obat Herbal Alami Berikut ini:


Terbuat dari bahan alami, tanpa efek samping dan tanpa bahan kimia, sehingga aman bagi tubuh dan tidak menimbulkan efek samping.

Demikian artikel mengenai Penyakit Hepatitis C, Gejala dan Pengobatannya. Baca juga Penyakit Hepatitis B, Gejala dan Pengobatannya. Semoga Bermanfaat !!

Jumat, 08 Februari 2013

Penyakit Hepatitis B, Gejala dan Pengobatannya

Hepatitis B - Penyakit Hepatitis B adalah suatu jenis penyakit hepatitis yang diakibatkan oleh virus hepatitis (HBV). Virus hepatitis masuk kke dalam tubuh dan menyerang organ hati sehingga hati tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Sekitar 2 milyar penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis B dan 350 juta diantaranya hidup dengan infeksi kronis. Setiap tahun ada lebih dari 4 juta kasus hepatitis B akut dan 25% manjdi kanker kronis. 1 juta orang setiap tahun meninggal akibat hepatitis kronis, sirrosis dan kanker hati.

Hepatitis merupakan virus yang menular. Virus hepatitis dapat menular melalui darah dan cairan tubuh manusia. Beberapa penularan yang umum terjadi dinegara berkembang :
  1. Perinatal (dari ibu kepada bayinya saat melahirkan).
  2. Infeksi pada masa kanak-kanan akibat kontak dengan anggota keluarga yang menderita hepatitis B.
  3. Pengguna jarum suntik yang tidak aman.
  4. Tranfusi darah dan kontak seksual

Pengobatan

Penyakit Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik.

Hepatitis B akut umumnya sembuh, hanya 10% menjadi Hepatitis B kronik (menahun) dan dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Saat ini ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk Hepatitis B kronis yang dapat meningkatkan kesempatan bagi seorang penderita penyakit ini. Perawatannya tersedia dalam bentuk antiviral seperti lamivudine dan adefovir dan modulator sistem kebal seperti Interferon Alfa (Uniferon).
Selain itu, ada juga pengobatan tradisional yang dapat dilakukan. Tumbuhan obat atau herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan Hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, bersifat anti radang, kolagogum dan khloretik, yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati. Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan Hepatitis, antara lain yaitu
  1. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
  2. Kunyit (Curcuma longa
  3. Sambiloto (Andrographis paniculata
  4. Meniran (Phyllanthus urinaria)
  5. Daun serut/mirten
  6. Jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum)
  7. Akar alang-alang (Imperata cyllindrica)
  8. Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa)
  9. Pegagan (Centella asiatica
  10. Buah kacapiring (Gardenia augusta)
  11. Buah mengkudu (Morinda citrifolia
  12. Jombang (Taraxacum officinale).
Selain itu juga ada pengobatan Herbal lainnya seperti LARANGGA MBOJO, Obat Herbal Diabetes yang terbuat dari bahan alami, tanpa bahan kimia dan bahan pengawet sehingga aman bagi tubuh.

Itu tadi informasi tentang Penyakit Hepatitis B, Gejala dan Pengobatannya. Baca juga Penyakit Hepatitis A, Gejala dan Pengobatannya. Semoga Bermanfaat !!!

Sumber : berbagai sumber

Kamis, 07 Februari 2013

Penyakit Hepatitis A, Gejala dan Pengobatannya

Penyakit Hepatitis A - Hepatitis adalah suatu jenis penyakit yang menyerang organ hati manusia. Hepatitis dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, E dan yang baru-baru ini ditemukan adalah Hepatitis G.

Sebelum kita membahas tetang penyakit hepatitis, ada baiknya kita mengetahui dulu apa fungsi organ hati, karena jika seseorang mengidap penyakit hepatitis, tentu fungsi organ hatinya akan terganggu.

Fungsi Organ Hati adalah:
  1. Mengatur zat-zat penting dalam tubuh 
  2. Menghasilkan empedu untuk metabolisme
  3. Menyimpan nutrisi yang penting bagi tubuh seperti vitamin dan mineral
  4. Menghasilkan zat-zat penting yang berperan dalam proses pembekuan darah bila terjadi luka
  5. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh kita

Setelah kita mengetahui fungsi organ hati, mari kita lanjutkan lebih jauh mengenal penyakit hepatitis. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang penyakit hepatitis A.

Apa itu penyakit Hepatitis A?

Penyakit hepatitis A adalah penyakit hepatitis yang di sebabkan oleh virus (HAV).  HAV dapat ditularkan dengan makan makanan atau minum air yang telah terkontaminasi oleh kotoran individu yang terinfeksi. HAV memiliki masa inkubasi 10 sampai 40 hari. Ini adalah waktu dari paparan virus sampai timbulnya penyakit ini. Gejala pertama termasuk hilangnya nafsu makan, membenci rokok, mual, sakit otot dan sendi dan demam ringan. Kemudian termasuk gejala menguningnya kulit (dalam istilah kedokteran disebut jaundice), selaput lendir, dan urin gelap. Lamanya penyakit ini biasanya dua sampai tiga minggu, tetapi setiap orang dapat tetap bergejala untuk beberapa bulan.

Apa gejala Penyakit Hepatitis A?

Pada umumnya penderita gangguan hati tidak merasakan sakit. Tapi gejala awal dapat ditandai dengan gejala yang menyerupai flu, nyeri otot dan sendi, demam, mual dan muntah, diare, dan sakit kepala.

Langkah pertama bila terjadi hal demikian adalah segerakan periksa ke dokter. Apalagi bila nafsu makan berkurang, warna kulit dan mata menjadi kekuningan, warna urine menjadi lebih gelap, serta sakit di perut terutama bagian kanan atas.

Pengobatan Penyakit Hepatitis
Sebagai langkah lanjut pengobatan hepatitis A, dokter biasanya akan memberi nasihat tentang vaksinasi untuk rumah tangga dan kontak dekat lainnya. Selanjutnya langkah diagnosis dibuat berdasarkan tes antibodi, yang akan menunjukkan adanya antibodi terhadap virus hepatitis A dalam darah pasien. Antibodi IgM menunjukkan infeksi baru (atau vaksin) dan antibodi IgG menunjukkan infeksi sebelumnya atau vaksinasi yang sukses. Tes darah untuk fungsi hati akan mengungkapkan keparahan kerusakan hati dan dimonitor sampai pemulihan. Mereka dengan hepatitis berat mungkin membutuhkan pemantauan masuk rumah sakit untuk rawat inap.

Anda juga bisa mengonsumsi obat herbal Hepatitis yang terbuat dari bahan alami, tanpa bahan pengawet dan bahan kimia, sehingga lebih aman bagi tubuh.

LARANGGA MBOJO, OBAT HERBAL HEPATITIS. Terbuat dari bahan alami, tanpa bahan pengawet dan bahan kimia, sehingga tidak menimbulkan efek samping.

Pencegahan Penyakit Hepatitis

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Untuk mencegah penyakit tersebut datang menyerang, lakukanlah hal-hal sebagai berikut.
  1. Menjaga kebersihan (hygiene) diri 
  2. Makan dan minum yang sudah dimasak sampai matang
  3. Hindari narkoba dan kurangi konsumsi alkohol
  4. Setia pada pasangan masing-masing
  5. Jangan memakai jarum suntik secara bergantian
  6. Tingkatkan stamina tubuh dengan olahraga, makanan yang bergizi, dan suplemen kesehatan bila perlu.

Pencegahan lebih awal akan mengurangi resiko gangguan fungsi hati yang lebih parah. Itu tadi informasi tentang Penyakit Hepatitis A, Gejala dan Pengobatannya. Semoga Bermanfaat !!!

Jenis-Jenis Penyakit Hepatitis dan Pengobatannya

Penyakit Hepatitis - Penyakit Hepatitis merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan hepatitis menyerang salah satu organ vital seseorang yaitu hati. Seperti kita ketahui, hati memiliki fungsi yang sangat banyak bagi kesehatan. Jika penyakit hepatitis tidak segera ditangani dengan baik, akan menyebabkan sirosis hati yang bisa menyebabkan kanker hati.

Penyakit hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati seseorang. Hepatitis adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus (Virus hepatitis A, B, C, D dan E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Selain itu konsumsi alkhohol juga bisa menyebabkan hepatitis. Hepatitis adalah penyakit yang gejalanya jarang diperhatikan oleh seseorang. Beberapa orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki infeksi hati sampai mereka sudah sakit parah. Ini adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, latar belakang pekerjaan, etnis atau gaya hidup.

Jenis-Jenis Penyakit Hepatitis:
  • Virus hepatitis A
Virus hepatitis A terutama menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan.Virus Hepatitis A ditemukan pada kotoran dan biasanya ditularkan melalui air yang terkontaminasi atau makanan. Hepatitis A selalu menyembuhkan sendiri. Orang dengan penyakit hati tidak bisa melupakannya begitu mudah. Namun infeksi dapat dicegah dengan vaksin hepatitis A dan kebersihan yang baik.
  • Virus hepatitis B
Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual). Hepatitis B jauh lebih berbahaya daripada hepatitis A. Hepatitis B dapat menular melalui darah, air mani atau cairan tubuh lain saat berhubungan intim. Pencegahan dengan penggunaan kondom, terutama oleh orang-orang dengan banyak pasangan, dan vaksin hepatitis B yang biasanya ada dalam kombinasi dengan vaksin hepatitis A.

Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati.
  • Virus hepatitis C
Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita "penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C. Virus ditularkan terutama melalui penggunaan jarum suntik untuk menyuntikkan obat-obatan, pembuatan tato dan body piercing yang dilakukan dalam kondisi tidak higienis. Penularan virus hepatitis C (HCV) juga dimungkinkan melalui hubungan seksual dan dari ibu ke anak saat melahirkan, tetapi kasusnya lebih jarang. Seperti halnya pada hepatitis B, banyak orang yang sehat menyebarkan virus ini tanpa disadari.

Gejala hepatitis C sama dengan hepatitis B. Namun, hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang. Pada sebagian besar pasien (70% lebih), virus HCV terus bertahan di dalam tubuh sehingga mengganggu fungsi liver.
  • Virus hepatitis D
Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat. Pola penularan hepatitis D mirip dengan hepatitis B. Diperkirakan sekitar 15 juta orang di dunia yang terkena hepatitis B (HBsAg +) juga terinfeksi hepatitis D. Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan (koinfeksi) atau setelah seseorang terkena hepatitis B kronis (superinfeksi).

Orang yang terkena koinfeksi hepatitis B dan hepatitis D mungkin mengalami penyakit akut serius dan berisiko tinggi mengalami gagal hati akut. Orang yang terkena superinfeksi hepatitis D biasanya mengembangkan infeksi hepatitis D kronis yang berpeluang besar (70% d- 80%) menjadi sirosis.
  • Virus hepatitis E
Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang. Hepatitis E mirip dengan hepatitis A. Virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui kotoran manusia ke mulut dan menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E terjadi di daerah bersanitasi buruk yang mendukung penularan virus.
  • Virus hepatitis G
Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini. namun belum terlalu diketahui.

Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis :
  1. Virus Mumps
  2. Virus Rubella
  3. Virus Cytomegalovirus
  4. Virus Epstein-Barr
  5. Virus Herpes
Pengobatan Hepatitis

Jika seseorang mengalami ciri-ciri penyakit hepatitis, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui jenis penyakit yang dideritanya. Mengobati penyakit hepatitis tidak boleh sembarangan karena penyakit ini merupakan penyakit yang mneyerang organ vital manusia, sehingga pengobannya juga harus dilakukan secara benar.

Selain dengan pengobatan yang diberikan oleh dokter, anda bisa menggunakan Larangga Mbojo, Obat Herbal Hepatitis untuk pengobatannya.

Itu tadi informasi tentang Jenis-Jenis Penyakit Hepatitis dan Pengobatannya. Baca juga Kencangkan Payudara Dengan Bahan Alami. Semoga Bermanfaat !!!

Minggu, 29 Januari 2012

KAPSUL LINGZHI, Mengatasi Hepatitis Kronis


Tubuh Ganoderma lucidum mengandung lebih dari 200 senyawa aktif. Ling Zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengonsumsi ramuan dari Ling Zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit. Sejauh ini belum pernah ditemukan efek negatif yang ditimbulkan setelah mengonsumsi ramuan Ling Zhi.
 

Dari berbagai penelitian yang dilakukan di berbagai negara, Ling Zhi berkhasiat sebagai herbal anti-diabetes, anti-hipertensi, anti-alergi, antioksidan, anti-[inflamasi], anti-hepatitis, analgesik, anti-HIV, serta perlindungan terhadap liver, ginjal, hemoroid atau wasir, anti-tumor, dan sistem imunitas (kekebalan tubuh)
 

Harga 
Rp 60.000,-/ botol (isi 50 kapsul)


Aturan Minum
3 x 1-3 kapsul sehari, diminum 1 jam sebelum makan. 

Produksi
Bina Syifa Mandiri
Dep. Kes. RI P.IRT 207340101181
Ijin IKOT 442/00060/V-2

Jumat, 27 Januari 2012

AKAR DARUJU, Kapsul Penawar Racun dan Pembersih Darah


Daruju tumbuh liar di daerah pantai, tepi sungai, serta tempattempat lain yang tanahnya berlumpur dan berair payau. Semak tahunan, berbatang basah, tumbuh tegak atau berbaring pada pangkalnya, tinggi 0,5-2 m, berumpun banyak. Batang bulat silindris, agak lemas, permukaan licin, berwarna kecokelatan, berduri panjang dan runcing. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang. Helaian daun berbentuk memanjang atau lanset, pangkal dan ujung runcing, tepi bercangap menyirip dengan ujung-ujungnya berduri tempel, panjang 9-30 cm, lebar 4-12 cm. Bunga majemuk berkumpul dalam bulir yang panjangnya 6-30 cm, keluar dari ujung batang, mahkota bunga berwarna ungu kebiruan. Buahnya berupa buah kotak, bulat telur, panjang ± 3 cm, berwarna cokelat kehitaman. Biji berbentuk ginjal, jumlahnya 2-4 buah. Akarnya berupa akar tunggang, berwarna putih kekuningan. Daruju dapat diperbanyak dengan biji. 

Akar daruju rasanya pahit, sifatnya dingin, berkhasiat sebagai antiradang (antiflogistik) dan peluruh dahak (ekspektorans). Biji berkhasiat sebagai pembersih darah. Ternyata, infus akar daruju 0,8 g/kg bb dan 1,2 g/kg bb pada kelinci yang telah diberikan parasetamol dosis toksik dapat mempercepat penurunan aktivitas enzim SGPT dan SGOT secara nyata. Namun, tidak memberikan perubahan aktivitas enzim ALP. Dosis 1,2 g/kg bb lebih cepat menurunkan SGOT dan SGPT dibanding dengan dosis 0,8 g/ kg bb. Infus akar daruju tidak memberikan efek yang nyata terhadap gangguan bendungan saluran empedu (Asmawati, FF WIDMAN, 1990). 

Khasiat
  1. Penawar racun dan pembersih darah.
  2. Mengobati radang hati (hepaitis) akut dan kronis.
  3. Mengobati TBC.
  4. Mengobati kanker terutama kanker hati.
  5. Mengobati asma, kelenjar dan parotitis (gondongan).
  6. Mengatasi nyeri lambung dan cacingan.
Harga
Rp. 50.000,-/ botol (isi 50 kapsul)
 
Aturan Minum
3 x 1-3 kapsul sehari. Diminum1 jam sebelum makan.

Produksi
Bina Syifa Mandiri
Dep. Kes. RI P.IRT 207340101181
Ijin IKOT 442/00060/V-2

LARANGGA MBOJO Obat Hepatitis


Larangga Mbojo Obat Herbal Hepatitis - Bulan November 1986, Abdullah Landa positif mengidap penyakit Hepatitis B kronis/lever serta komplikasi dengan penyakit darah tinggi, kencing manis, ginjal dan maag. Derita itu menyebabkan kepala pening, badan lemas, kuning, muka kusam, hati mengeras dan terasa perih, perut mual, kembung dan bengkak, sakit pinggang dan kepala bagian belakang terasa tegang.
 
Selama 2 tahun, Abdullah Landa menahan derita, meski segala upaya penyembuhan telah dilakukan baik secara medis, sinshe, maupun tradisional. Bukannya membaik, namun bahkan bertambah parah. Puncaknya, ketika dokter pun akhirnya menyerah.
 
Sebagai insan yang mengenal Tuhan, keadaannya yang kian parah tidak membuatnya putus asa. Mendekatkan diri dan bermunajat kepada Allah Subhanahu wata'ala, adalah satu-satunya pilihan untuk sembuh. Dia mencoba meracik ‘resep’ herbal lalu dikonsumsi. 

Hasilnya, setelah tiga hari ia mengalami mencret dan keluar kotoran kehitaman bercampur lendir. Tapi badan mulai terasa sehat, muka kemerahan dan perut mulai mengempis, begitu pula kakinya. Setengah bulan kemudian, kesehatan Abdullah Landa kembali seperti sediakala. Sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Betapa tidak, berdasar uji laboratorium SGPT turun dari 124 U/L turun menjadi 92 U/L dan turun lagi menjadi 1 U/L dalam waktu satu bulan, serta dapat merubah keadaan HBs Ag dari positif menjadi negatif dan dokter menyatakan ia telah sembuh.

Pengalaman ‘lolos dari maut’ itu pun ia tularkan ke beberapa teman yang menderita Hepatitis dan semuanya sembuh. 


Demikian sebagian pengalaman para penderita penyakit kuning/ Lever/Hepatitis B kronis serta komplikasi dengan penyakit-penyakit lain, Alhamdulillah dapat memperoleh kesembuhan dengan mengkonsumsi jamu Larangga Mbojo.
 
Harga : Rp. 275.000,-  (isi 600 gram)

PRODUK ASLI DARI BIMA, NUSA TENGGARA BARAT!!!!!